Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 21 November 2012

7 Cyber Crime Terbesar Di Dunia

[page_1.jpg]
Kejahatan di dunia maya (cyber crime) sekarang berada di urutan kedua setelah kejahatan narkoba, baik dilihat dari nilai keuntungan materi yang diperolehnya, maupun kerugian dan kerusakan bagi para korbannya.

Meskipun beritanya sudah berulangkali disiarkan oleh media, tampaknya ketiadaan kesadaran publik menjadi keuntungan bagi pihak pencuri-pencuri itu, dan hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa banyak orang masih bisa dicuri hanya dengan trik-trik online yang sederhana. Sebagian situs menggiring anda melalui suatu lika-liku implementasi digital paling berbahaya di dunia, maka berhati-hatilah dengan kegiatan online anda.

Berikut ini adalah 7 besar kriminal-kriminal di dunia maya, meskipun nama-nama mereka adalah samaran, tapi mereka nyata adanya.

1. Kodiak
Tahun 1994, Kodiak mengakses rekening dari beberapa pelanggan perusahaan besar pada bank utama dan mentransfer dana ke rekening yang telah disiapkan oleh kaki tangan mereka di Finlandia, Amerika Serikat, Jerman, Israel dan Inggris. Dalam tahun 2005, dia dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Diperkirakan Kodiak telah mencuri sebesar 10,7 juta dollar.

2. Don Fanucci

Di usia 15 tahun, Don Fanucci melakukan suatu rangkaian serangan pada bulan Februari 2000 terhadap beberapa situs web komersil ber-traffick tinggi. Dia dihukum tahanan kota di tempat tinggalnya, Montreal, Quebec, pada 12 September 2001 selama delapan bulan dengan penjagaan terbuka, satu tahun masa percobaan, pembatasan pemakaian Internet, dan denda. Kerusakan ekonomi secara global sebagai akibat serangan-serangannya itu diyakini mencapai 7,5 juta hingga 1,2 milyar dollar.

3. Pox
Salah satu pencipta virus e-mail “Love Bug” (iloveyou), Pox, diduga telah menginfeksi dan melumpuhkan lebih dari 50 juta komputer dan jaringan pada 4 Mei 2000. Virus tersebut juga menyerang komputer-komputer milik Pentagon, CIA dan organisasi-organisasi besar lainnya dan menyebabkan kerugian berjuta-juta dolar akibat kerusakan-kerusakan. Karena Pilipina tidak mempunyai undang-undang yang melawan kejahatan hacking komputer, Fox tidak pernah didakwa atas kejahatan-kejahatannya.

4. Mishkal

Mishkal dituduh sebagai salah satu godfather pemalsu kartu kredit di Eropa Timur. Dia dan rekanan-rekanannya dituduh memproduksi secara masal kartu kredit dan debet palsu. Pada satu titik, mereka dilaporkan memiliki pendapatan hingga 100.000 dollar per hari. Dia ditangkap namun kemudian dibebaskan setelah enam bulan ditahan, dan dengan segera dicarikan kedudukan di pemerintahan Ukrainia – sebuah posisi yang akan memberikan kepadanya kekebalan otomatis dari penuntutan lebih lanjut.

5. The Wiz dan Piotrek

The Wiz, 23 tahun, dan Piotrek, 27 tahun, dari Chelyabinsk, Rusia, dihukum untuk sejumlah tuntutan perkomplotan, berbagai kejahatan komputer, dan penipuan mengikat melawan lembaga-lembaga keuangan di Seattle, Los Angeles dan Texas. Di antaranya, mereka mencuri database dari sekitar 50.000 kartu kredit. Keduanya didenda dan dihukum sedikitnya tiga tahun penjara.

6. Roper, Red_Skwyre, dan Dragov

Tiga orang ini adalah inti dari jaringan kejahatan dunia maya dengan memeras uang dari bank-bank, Kasino-kasino internet, dan berbagai bisnis berbasis web lainnya. Strategi mereka sederhana, yakni meng-hack dan menahan proses transaksi rekening untuk sebuah tebusan sebesar 40.000 dollar. Didakwa menyebabkan kerusakan langsung lebih dari 2 juta poundstarling dan kerusakan-kerusakan tidak langsung sekitar 40 juta poundstarling. Dalam bulan Oktober 2007, trio itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

7. Bandit

Bandit memanipulasi kira-kira 500.000 komputer dan menyewakannya untuk aktivitas kejahatan. Dia ditangkap pada bulan November 2005 dalam sebuah operasi FBI, dan dihukum 60 bulan penjara, dan diperintahkan untuk menyerahkan sebuah mobil mewahnya seharga 58.000 dollar yang berasal dari hasil kejahatannya. Dia juga diperintahkan untuk membayar 15.000 dollar sebagai ganti rugi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk komputer-komputer militer yang terinfeksi.
 
 

Selasa, 20 November 2012

Israel Diserang 44 Juta Serangan Cyber


Serangan brutal Israel di jalur Gaza yang menewaskan korban dari kalangan sipil menuai kecaman dari dunia internasional. Tak terkecuali sejumlah hacker yang bersatu memborbardir negara zionis itu.

Sedikitnya 44 juta kali upaya serangan cyber telah menyerbu situs pemerintahan Israel. Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan pemerintahannya kini menghadapi medan perang kedua di dunia maya.

"Divisi komputer kementerian akan terus memblokir jutaan serangan cyber tersebut. Kami menikmati buah investasi kami dalam mengembangkan sistem pertahanan komputer," kata Steinitz .

Ia mengklaim, semua serangan berhasil dipatahkan dan tidak menimbulkan kerugian yang serius. Namun Steinitz tidak mengatakan siapa saja yang melakukan serangan cyber.

Juru bicara kementerian menyatakan meskipun serangan itu berasal dari berbagai penjuru dunia, kebanyakan berasal dari Palestina dan Israel sendiri.

Kemungkinan besar, salah satu pelakunya adalah Anonymous. Kelompok hacker terkenal ini mengklaim telah merusak database hampir 700 website Israel, termasuk Bank of Jerusalem. Situs Kementerian Luar Negeri Israel juga sempat down.

"Perang ini bertempat di tiga medan. Yang pertama perang fisik, kedua di dunia media sosial dan ketiga di dunia cyber," kata Carmela Avner, Chief Information Officer Israel
Sumber 

Anonymous Nyatakan Perang Cyber Dengan Israel Melalui Youtube



Hujan roket yang menghantam jalur Gaza membuat kelompok hacker Anonymous bereaksi dengan merusak sejumlah situs milik Israel. Tak hanya itu, melalui sebuah video yang diposting di YouTube, mereka mengobarkan cyberwar.

Seperti diketahui, Anonymous meretas sejumlah situs penting sebagai reaksi atas serangan brutal Israel dan ancaman pemerintah negera zionis tersebut untuk memotong jaringan internet agar tak bisa diakses warga Gaza.

Dalam pesan yang diklaim merupakan Anonymous Collective, kelompok itu berjanji akan melakukan segala upaya untuk melumpuhkan sistem internet Israel, mulai dari hack, deface, docks, hijack, mencuri informasi di database, mengambil alih admin dan mematikan DNS.

Sebelumnya, kelompok hacker terkenal ini mengklaim telah merusak database hampir 700 website Israel, termasuk Bank of Jerusalem. Situs Kementerian Luar Negeri Israel juga sempat down.

Saking seriusnya terhadap perang ini, sampai Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan pemerintahannya kini menghadapi medan perang kedua di dunia maya.

Dilaporkan, sedikitnya 44 juta kali upaya serangan cyber telah menyerbu situs pemerintahan Israel, dan kemungkinan serangan ini masih akan terus berlanjut.

Berikut video pesan Anonymous mengenai deklarasi perang cyber terhadap Israel.

 


Anonymous Acak Acak Situs Bank Terbesar Israel


Serangan cyber yang dilancarkan kelompok hacker ke Israel terbilang besar. Ada ratusan situs yang menjadi korban, mulai dari Bank Jerusalem hingga situs Kementerian Luar Negeri si negeri zionis.

Sejauh ini sudah hampir 700 situs yang diacak-acak Anonymous.

Target kelompok peretas populer ini adalah situs pemerintah, retail, banking, dan berbagai lini bisnis lainnya.

Dalam keterangannya dari berbagai sumber, Anonymous menegaskan mengutuk serangan militer Israel ke jalur Gaza sehingga menimbulkan korban tewas sampai puluhan orang.

Alhasil, sebagai aksi serangan balik, Anonymous pun menggempur ratusan situs strategis Israel.

Seperti yang dilakukan terhadap The Bank of Jerusalem. Lembaga keuangan terbesar di Israel ini sebelumnya telah menerima sejumlah peringatan dari para peretas. Dimana beberapa di antaranya melontarkan ancaman untuk menghapus informasi di database online bank tersebut.

Situs Bank Jerusalem yang beralamat di http://bankjerusalem.co.il/ hingga senen  (19/11/2012) siang hari masih belum bisa diakses.

Hal serupa juga terjadi pada situs Kementerian Luar Negeri Israel yang dilaporkan telah diserang pada Jumat waktu setempat. Meski sempat offline, situs tersebut kemudian kembali bisa diakses pada Sabtu pagi.

Tidak hanya itu, Anonymous juga dilaporkan telah mencuri email dan password, serta database krusial dari Bank Jerusalem dan Kementerian Luar Negeri Israel.

Untuk meyakinkan bahwa serangan di dunia maya ini akibat perbuataan kelompok Anonymous, mereka pun mengumbar aksinya melalui akun Twitter dengan hashtag khusus, yakni #OpIsrael.
Sumber 

terimakasih sudah mengunjungi,,,, jangan lupa follow dan like fb sersan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger